kamar pojok di jalan no. 46

intan arvianty yang membawa saya ke tempat ini, kamar dengan banyak hal didalamnya. saya akan benar-benar kehilangan tempat ini, bukan karena segala fasilitas yang memang tidak disediakan di kostan biasa, hanya ada ditempat ini, tapi apa yang kami alami.

teman-teman saya yang datang untuk bantuin beres-beres saat saya datang, yang mau mencucikan piring saat semua orang sudah lelah dengan kuliah dan tugas, yang masih mau menyapukan lantai saat saya bangun kesiangan dan tidak sempat menyapu di pagi harinya. untuk anggi erditha yang datang dipagi hari setelah malamnya saya mengalami maag, colic, atau apapun yang luar biasa menyiksa, bahkan saat saya harus ke minimarket beli obat dengan mata merah dan muka sembab, tidak bisa berdiri tegak karena menahan sakit yang luar biasa parah. untuk semua tetes air mata reisya gina, kedewasaannya, ketulusannya menjaga kami semua, bahkan diantara segala kesibukannya, dia masih sempat memberikan waktu untuk saya, dan yang lainnya. untuk qurrota ayunin, dengan segala sikap skeptik, dan semua pertengkaran saya dengannya, dia masih dan akan tetap menjadi sahabat saya. nenden vina rachmi, sodara kembar saya, yang dengan segala kesabarannya mengajarkan saya untuk lebih peduli pada orang lain, lebih bersikap ‘baik’ pada orang lain. dengan banyaknya sekali teman yang dia  kenal, eva hanifah masih mengutamakan kami, dan bercerita untuk kami, dan terima kasih banyak telah ‘menculik’ saya tanggal 17 april kemarin, hal yang tidak saya bayangkan, tapi pada kenyataannya saat itu saya memang ingin menghilang dari kenyataan. saya suka dengan sikap penerimaan nisawati terhadap saya, bahkan sebelum saya yakin bahwa saya bisa menerimanya sebagai teman, dia ramah, baik sekali. untuk deriska hartias, saya kenalkan bagaimana intan, anggi, quro, echa, saya kenalkan kamu semua ditempat ini, saya kasih tau bahwa mereka tidak seperti yang kamu bayangkan, bahwa mereka adalah orang yang membuat saya kuat bertahan di tempat yang bahkan tidak saya inginkan. yang membuat saya menangis karena tertawa, yang membuat air mata kering cukup dengan bersama mereka.

untuk tetangga-tetangga yang amat sangat baik dan menerima saya dengan segala keantisosialan saya, teh cory, teh mia, teh diah, teh tiwi, teh yeni. :)

i’ll be miss this place so much.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.